Mengenal Lebih Jauh Penduduk Jawa Barat sebagai Salah Satu Jumlah Penduduk Terpadat di Indonesia

Barat atau sering disebut Jabar adalah salah satu nama provinsi di Pulau Jawa, Indonesia. Tepatnya berada di Jawa bagian Barat berdekatan dengan Pulau Sumatera. Nama Jawa Barat sendiri tentunya sudah samgat populer di kalangan masyarakat karena sudah sejak zaman dahulu kala, saat penjajahan sudah terbentuk. Pada saat Indonesia hanya terdapat beberapa provinsi saja. Selain itu, nama Jawa Barat juga sudah populer di masa penjajahan Portugis, Belanda ataupun Jepang. Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa Jawa Barat telah banyak diketahui dan ditempati masyarakat pada kala itu. Ditambah lagi, terdapat beberapa Provinsi juga yang lokasinya berada di wilayah Provinsi Jawa Barat, bisa dibilang pemekaran dari wilayah Jawa Barat, seperti DKI Jakarta dan Banten. Luas wilayah Provinsi  ini juga cukup luas sebanding dengan banyaknya jumlah penduduk Jawa Barat.

Bicara mengenai jumlah penduduk Jawa Barat tentunya akan sangat menarik bagi Anda, selain jumlahnya yang banyak juga terdapat beberapa keunikan yang mungkin pada saat ini sulit untuk Anda temui. Penasaran? Langsung saja simak uraian di bawah ini

Kepadatan dan Suku Penduduk Jawa Barat

Penduduk Jawa Barat tergolong cukup padat dibandingkan penduduk yang bertempat tinggal di provinsi lain Pulau Jawa, apalagi lingkupnya nasional seluruh provinsi di Indonesia. Dibuktikan dengan jumlah penduduk yang mencapai 48,68 juta pada perhitungan atau sensus penduduk tahun 2018. Jumlah penduduk diatas terdiri dari beberapa suku dan penduduk asli seperti Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Betawi, Suku Badui, dan Suku Melayu. Serta beberapa suku lainnya yang tergolong sebagai pendatang dan menetap disana. Penduduk Suku Jawa adalah penduduk asli Pulau Jawa sama halnya yang menetap di Provinsi Jawa Tengah atau Jawa Timur. Sedangkan pemduduk Suku Melayu adalah suku yang berasal dari wilayah Banten. Dari beberapa suku yang ada di Provinsi Jawa Barat, rata-rata penduduknya menggunakan dialeg bahasa Sunda, Melayu dan Betawi. Yang mana dialeg Bahasa Sunda ini lah yang paling populer dan mencirikan ciri khusus penduduk Provinsi Jawa Barat.

pixabay.com

Suku Badui Penduduk Jawa Barat

Disamping beberapa suku yang telah disebutkan diatas, di kalangan penduduk Jawa Barat juga masih terdapat satu suku yang notabene masih sangat tertutup. Mengapa demikian? Karena kebanyakan dari mereka masih sangat memegang tinggi adat dan tradisi nenek moyang, dan kurang terbuka dengan perkembangan teknologi, kemajuan sehingga sangat sulit bagi mereka untuk melakukan perubahan sosial. Melalui pernyataan diatas apakah Anda sudah mengetahui suku apakah itu? Suku yang telah disebutkan dkatas adalah Suku Badui. Dimana penduduknya masih sangat tertutup dan tidak terbuka dengan perkembangan yang ada pada saat ini. Dengan demikian, kehidupan mereka dari zaman dahulu atau zaman nenek moyangnya sampai saat ini juga masih sama, tidak ada perubahan yang mengarah pada kemajuan. Oleh sebab itu, penduduk Suku Badui ini termasuk dalam salah satu suku yang tertinggal dibandingkan penduduk suku lainnya yang bertempat tinggal di Provinsi Jawa Barat.

Dialeg Bahasa Penduduk Jawa Barat

Penduduk Jawa Barat mayoritas menggunakan bahasa Subda dalam berkomunikasi sehari-hari. Ditandai dengan adanya lagu-lagu daerah Jawa Barat seperti Manuk Dadali, Bubuy Bulan dan Tokecang yang menggunakan Bahasa Sunda. Selain itu, penduduk Kabupaten Indramayu dan Cirebon juga menggunakan dialeg bahasa yang berbeda pula, karena dialeg yang digunakan adalah dialeg Bahasa Cirebon. Sedangkan penduduk di bagian perbatasan wilayah DKI menggunkan dialeg Melayu dan Betawi dalam komunikasi sehari-hari. Akan tetapi, kini seiring dengan perkembangan zaman dan kemudahan berbagai macam teknologi. Penggunaan bahasa daerah di tiap-tiap wilayah semakin berkurang intensitasnya. Terutama bagi penduduk di Provinsi Jawa Barat ini, yang mana merupakan Provinsi dengan jumlah pendatang terbanyak dibandingkan provinsi lainnya. Jadi, sangat tidak menutup kemungkinan bahwa penggunaan bahasa daerah kini kian tergantikan dengan bahasa Indonesia yang layaknya dipakai oleh mayoritas para pendatang yang menetap disana.

pixabay.com

Dengan demikian, Penduduk Jawa Barat ini mulai menggerakkan kembali penggunaan bahasa daerahnya, melalui siaran-siaran radio televisi dan berbagai media di lingkup kawasan Provinsi Jawa Barat ini. Ditambah lagi saat ini, pada masa pemerintahan Gubernur Ridwan Kamil sebagai sosok  yang memimpin seluruh penduduk Jawa Barat dimana banyak harapan terserat, untuk terus mengembangkan potensi yang ada dengan memanfaatkan jumlah penduduk Jawa Barat yang mecapai puluhan ribu ini. Selain itu, diharapkan juga dapat meratakan serta menghilangkan daerah atau penduduk yang notabene masih sulit mendapatkan perlakuan yang sama seperti penduduk Suku Badui dimana para penduduknya sulit mendapatkan perlakuan yang sama, baik dalam hukum dan pemerintahan serta perlakuan yang adil dan merata, karena memang tidak bisa dipungkiri struktur sosial masyarakat tertutup seperti ini lah yang bisa menjadi salah satu faktor penghambat kemajuan suatu daerah berdasarkan dengan perhitungan sosial.

Berdasarkan beberapa pernyataan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa penduduk Jawa Barat merupakan salah satu penduduk dengan jumlah terbanyak dibandingkan penduduk provinsi lainnya. Ditambah lagi, jumlah penduduk yang banyak itu disebabkan karena banyaknya para pendatang yang menetap disana, karena lokasinya berdekatan dengan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dan beberapa Kota besar lainnya. Sehingga, secara tidak langsung mayoritas para pendatang ikut serta dalam peningkatan jumlah penduduk Jawa Barat. Menganai infoebih lengkapnya, Anda bisa membuka sendiri melalui situs website snapstatistics.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *