Mengenal Dan Mengerti Cara Membuat Batako Pengganti Bata Merah

Setiap orang pasti menginginkan bangunan rumah yang nyaman, aman dan kokoh untuk ditinggali hingga puluhan tahun bersama keluarga tercinta. Untuk mendapatkan rumah yang mereka idamkan tersebut, pemilihan bahan bangunan menjadi faktor penting yang diperhatikan. Dengan uang anggaran yang terbatas, pilihan material yang ada di pasaran saat ini adalah bata merah dan batako. Melihat pada kondisi anggaran dan kondisi lingkungan tempat Anda membangun rumah, maka kedua jenis bahan ini menawarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing yang harus Anda sesuaikan. Berikut ini penjelasan tentang kedua bahan tersebut hingga bagaimana cara membuat batako dan bata merah.

Sejarah Batu Bata Merah

Tercatat bahwa batu bata merah pertama kalinya dibuat oleh manusia pada 8000 SM yang dikuatkan oleh temuan reruntuhan bangunan masa peradaban Babilonia yang didirikan sekitar 4000 SM. Dalam perjalanannya, batu bata merah kemudian digunakan sebagai material bangunan hingga ke seluruh dunia.

Sementara di Indonesia sendiri, bata merah sudah digunakan sejak jaman peradaban kuno terbukti dari banyaknya keberadaan candi yang menggunakan bahan bata. Mayoritas candi tersebut berlokasi di Jawa Timur dan dibuat pada jaman Kerajaan Majapahit (1293-1500 M). kuat dugaan bahwa kemampuan masyarakat dalam mencetak dan membuat batu bata ini dipelajari dari kalangan pendatang seperti pedagang India, Tiongkok hingga Gujarat.

www.pexels.com

Proses Pembuatan Batu Bata Merah

Untuk memproduksi bata merah, dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu manual yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia dan otomatis menggunakan tenaga mesin. Meskipun mesin pencetak bata sudah semakin diperkenalkan, masih ada saja masyarakat di kawasan pedesaan yang tetap mempertahankan produksi batu bata manual yang kemudian berubah menjadi industri rumahan turun temurun. Inilah yang menyebabkan orang yang memproduksi dan jual batu bata merah lebih mudah ditemukan di mana saja. Cara membuat bata merah secara manual antara lain:

  • Sejumlah besar tanah liat dihaluskan baik dengan cangkul maupun alat lainnya kemudian disiram dengan air hingga menjadi lebih lembek.
  • Tanah liat lembek tersebut kemudian diinjak-injak hingga berubah menjadi lempung sehingga lebih mudah dicetak dan dipadatkan
  • Selanjutnya cetakan diberi sedikit taburan abu untuk mencegah batu bata menjadi lengket ketika sudah kering nantinya
  • Lempung kemudian dituang ke cetakan dan ditusuk-tusuk agar benar-benar padat tanpa adanya ruang udara atau gelembung di dalam bata tersebut
  • Selanjutnya menunggu proses pengeringan batu bata yang umumnya dilakukan di tempat teduh yang terbuka, terhindar dari sinar matahari langsung dan curah hujan. Proses ini bisa berjalan hingga 1 minggu lamanya agar batu bata menjadi kering dan siap dibakar
  • Setelah bata tersebut kering, selanjutnya masuk ke proses pembakaran baik dimasukkan dalam tungku pembakaran dengan bahan bakar kayu atau disusun sedemikian rupa dan dibakar dengan sekam padi. Proses pembakaran ini juga membutuhkan waktu mulai 5 hingga 8 hari tanpa jeda.

Selain menggunakan metode manual, cara mekanis bisa dipilih melalui bantuan mesin cetak bata yang dapat menghasilkan setidaknya 2500 bahan batu bata tiap jamnya yang siap untuk proses pembakaran. Mesin cetak bata ini ditawarkan dengan harga mulai Rp 19 jutaan. Bata merah sendiri ditawarkan dengan harga yang lebih murah dibanding batako, namun dengan ukuran yang jauh lebih kecil.

www.pexels.com

Kelebihan dan Kekurangan Batu Bata Merah

Batu bata memiliki beberapa kelebihan yang menjadikannya tetap diminati sebagai bahan bangunan meskipun ada pilihan bahan lain yang lebih modern, antara lain;

  • Lebih awet dan kuat dibanding batako karena proses pembuatan melalui pembakaran suhu tinggi dalam waktu yang lama
  • Lebih mudah diangkut lantaran dimensi perbatangnya yang lebih kecil
  • Proses pemasangan yang lebih familiar bagi tukang bangunan di wilayah manapun
  • Batu bata dikenal lebih baik dalam penyesuaian suhu ruangan yang menjadikan rumah terasa lebih nyaman
  • Beberapa jenis batu bata memiliki kemampuan tahan api
  • Pengaplikasian batu bata tidak membutuhkan perekat berbahan khusus
  • Dinding menjadi tidak mudah mengalami retak rambut

Namun demikian, batu bata juga memiliki beberapa kekurangan sehingga batako hadir sebagai alternatif, antara lain;

  • Untuk merekatan antar bata, dibutuhkan campuran semen dan pasir lebih banyak setidaknya setebal 2 cm
  • Durasi pemasangan terkadang memakan waktu yang lebih lama lantaran ukuran yang kecil dan perekatan yang lebih banyak dibanding batako. Selain itu tingkat keseragaman yang rendah tak jarang menuntut tukang untuk mencari pasangan batu bata yang paling identik untuk menghasilkan dinding yang rapi dan mulus
  • Batu bata perlu direndam terlebih dahulu sebelum dipasang yang menambah durasi proses pengerjaan konstruksi
  • Dengan bahan yang solid dan perekat semen yang banyak, menjadikan dinding lebih berat sehingga kurang cocok untuk rumah 2 lantai atau lebih
  • Permukaan batu bata lebih kasar dan gampang sekali pecah sehingga membutuhkan plesteran agar dinding menjadi mulus, sementara batu bata ekspos harganya berbeda dari batu bata biasa

Perjalanan Batako

Batu bata kosong (Concrete Block) yang kemudian oleh orang Indonesia disebut dengan istilah batako berasal dari penggunaan material beton yang dipakai sejak 100 SM oleh bangsa Romawi Kuno. Hal ini dibuktikan dari struktur dasar pada bangunan tekenal Pantheon dan Colosseum yang menggunakan beton alami. Beton tersebut menggunakan campuran kapur, pasir abu vulkanik, batuan kecil serta air.

Penggunaan batako sebagai material penyusun rumah tercatat di Staten Island, Amerika Serikat pada tahun 1837 silam. Namun produksi massal untuk batako baru terjadi sekitar tahun 1870an. Embuatan batako sendiri sudah menggunakan cetakan mesin pada masa itu. sementara di Indonesia, batako dikenal di penghujung 1980an sebagai alternatif untuk batu bata merah.

www.pexels.com

Proses Pembuatan Batako

Cara membuat batako sebenarnya tidak jauh berbeda dari proses pembuatan batu bata. Dengan konsep produksi yang identik, banyak pula industri kecil berskala rumahan yang juga memproduksi batako. Banyak dari mereka yang menerapkan proses manual untuk menghasilkan batako. Ada pula pabrikan besar yang menggunakan mesin untuk membuat batako untuk kebutuhan mega proyek besar dan lain sebagainya. Pembuatan batako menggunakan proses manual dapat dilakukan antara lain dengan cara

  • Menyiapkan bahan baku adonan batako yaitu pasir dan semen Portland dengan perbandingan komposisi disesuaikan antara pasir dengan semen mulai 7:1 hingga 12:1 sesuai dengan kualitas batako yang diinginkan dan bahan pasir yang ada.
  • Adonan pasir dengan semen tersebut kemudian dicampur diaduk agar merata sambil dipercikkan air ketika adonan dirasa sudah merata. Campuran tersebut terus-menerus diaduk hingga siap untuk dicetak. Ditandai dengan tidak pecah saat diaduk.
  • Menyiapkan alat cetakan manual yang umumnya terbuat dari bahan kayu dengan lempengan metal serta baut pengikat. Masukkan adonan ke dalam cetakan tersebut sedikit demi sedikit untuk menghindari gelembung udara. Mampatkan adonan tersebut menggunakan lempengan besi cetakan.
  • Adonan beserta alat cetakan tersebut dipindahkan ke lokasi yang akan digunakan untuk pengeringan.
  • Berikutnya alat pencetak dilepas dari adonan dengan beberapa ketukan di sudut cetakan lalu kendurkan baut pengikat dan melepaskan plat ring yang ada di atas adonan batako tersebut.
  • Adonan tersebut kemudian diangin-anginkan agar kering di bawah tempat teduh yang terbuka terhindar dari terik matahari dan hujan. Proses mengeringkan adonan batako ini bisa memakan waktu hingga seharian.
  • Agar adonan tersebut menjadi keras, maka proses selanjutnya dapat dilakukan dengan memercikkan sedikit air di setiap pagi

Mesin pencetak batako ditawarkan ke pasaran dengan harga mulai Rp 12 juta hingga Rp 15 juta per unit. Alat ini dapat menghasilkan lebih banyak batako sekaligus yang siap untuk dikeraskan. Meskipun harga batako per biji lebih mahal daripada bata merah, namun Anda lebih menghemat proses pemasangan karena ukuran yang lebih besar.

www.pexels.com

Kelebihan dan Kekurangan Batako

Sebagai alternatif bata merah, batako memiliki kelebihan antara lain;

  • Keseragaman yang lebih baik dibanding batu bata
  • Batako yang berukuran lebih besar dapat dipotong lebih rapi dan presisi
  • Dimensi batako yang lebih besar meringkas waktu pemasangan
  • Dikenal lebih kedap air yang dapat menekan masalah akibat dinding yang lembab dan rembesan air hujan
  • Memiliki rongga di dalamnya sehingga membuatnya lebih ringan setelah membentuk bangunan dan cocok untuk konstruksi 2 lantai atau lebih
  • Tidak butuh direndam sebelum proses pemasangan

Pun demikian, batako juga memiliki kekurangan seperti ;

  • Rongga yang ada di bagian tengah batako membuat dinding bermaterial batako menjadi rentan retak rambut
  • Memiliki kekuatan yang lebih rendah dan kurang cocok bila digunakan untuk rumah 1 lantai yang mengandalkan dinding untuk elemen struktur bangunannya
  • Batako memiliki kecenderungan menyerap panas menjadikan sehingga suhu dalam ruangan rumah menjadi terasa panas saat musim kemarau
www.pexels.com

Tips Memilih Batu Bata dan Batako Berkualitas

Mungkin beberapa dari Anda masih bingung memilih manakah bahan material yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk masing-masing pilihan;

Tips Memilih Batu Bata

  • Pilih produk batu bata yang tak terlalu berat dengan bunyi yang lebih nyaring saat diketuk. Hindari batu bata yang terasa terlalu berat untuk ukurannya karena cenderung mudah patah.
  • Pilih batu bata dengan permukaan padat dan tak banyak berongga
  • Anda bisa membeli beberapa biji terlebih dahulu sebagai sampel dan diuji di rumah dengan menimbangnya lalu rendam dalam air seharian. Batu bata yang baik tidak akan banyak menyerap air dengan pertambahan berat yang tak lebih dari 20% berat awalnya

Tips Memilih Batako

  • Pilih batako dengan sudut siku yang lurus, tajam ketika dipegang dan tidak getas
  • Memiliki permukaan yang halus dan padat sehingga terasa sangat berat saat diangkat
  • Sebaiknya pilih batako hasil cetakan mesin meskipun harganya ebih mahal dibanding cetakan manual

Untuk saat ini, umumnya batu bata merah yang ada di pasaran memiliki berukuran panjang 17-23 cm, lebar 7-11 cm dengan ketebalan 3-5 cm dengan harga mulai dari Rp 500 per biji (biasa) dan Rp 1.000 per biji (oven). Sementara batako yang ada di pasaran saat ini umumnya memiliki dimensi 10 x 20 x 40 cm dengan varian harga mulai Rp 3500 per biji (batako putih), Rp 3300 per biji (batako press) dan Rp 3100 per biji (batako semen). Tentunya Anda dapat membuat kalkulasi sederhana berapa jumlah bata merah dan batako yang diperlukan per luas bangunan yag akan dibuat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *